Saturday, July 2, 2016
News
Home > Diary > Kelewat HPL

Kelewat HPL

Salam hangat Bunda semuanya. di FB Bidan Kita ni, bahkan juga di Forum GBUS, banyak sekali ibu-ibu yang panik karena usia kehamilannya sudah melewati HPL namun belum ada tanda persalinan. istilah ini disebut (Serotinus) dan melalui dokumen ini saya akan mencoba menjawab supaya tidak berulang kali bunda-bunda bertanya dan saya tidak perlu menjelaskan berulang-ulang dengan pertanyaan yang hampir sama. Silahkan disimak. Kasus serotinus semakin hari semakin banyak terjadi. Mengapa? Apa memang karena factor makanan? Atau karena factor fisik ibu-ibu “jaman sekarang” yang cenderung “gak mau gerak” ? Karena kalau kita menengok kebelakang nenek kita dulu jarang sekali ada kasus seperti ini, mengapa karena mereka luar biasa olahraganya. Pagi hari udah jalan kaki naek bukit, 1 km ke pasar, ngepel.dll Sedangkan sekarang? Jalan 300 m aja pake mobil/motor Mau pergi agak jauh dikit dianterin suruh duduk manis aja. Mau mindah channel TV aja tuch… pakai remote gak mau beranjak dari tempat duduknya. Fasilitas –fasilitas yang ada kadang terlalu memanjakan fisik kita akhirnya berefek pada: – Posisi janin yang tak bisa optimal – Proses pematangan serviks yang lebih lama Beberapa kali saya pernah mengatakan bahwa HPL bukan harga mati bunda. Umur kehamilan itu bisa antara 38 mg s.d 42 minggu. Coba kita analisa dari cara menghitung HPL saja. Dunia kedokteran sampai saat ini belum bisa menentukan kapan hari, tanggal, dan jam terjadinya konsepsi pada tiap wanita dengan hitungan sesuai siklus mereka. Makanya akhirnya di buat rumus dimana sebenarnya rumus ini lebih berlaku pada ibu dengan siklus teratur 28 hr. Rumusnya adalah Hari pertama Mens Terahir : Harinya di tambah 7 Bulannya di kurangi 3 Tahunnya di tambah 1 Nah ketemu dech hari, tanggal bulan HPL. Tapi kalau kita logika lagiitu kan ngitungnya hari pertama haid terakhir…padahal gak mungkin kan hari pertama haid terakhir itu dianggap hamil?wong lagi haid kok hamil? Cuman kita juga gak isa menentukan masa subur dan kapan tepatnya konsepsi jadi diambil yang paling gampang. Dan maka dari itu hari-nya di tambah 7. Nah dari sini saja kan bisa di analisa bahwa sebenarnya HPL itu sangat bisa mundur bunda Dari penelitian hanya Kebanyakan mundur 2 minggu atau malah maju 2 minggu. Makanya di buat rata-rata 38 s.d 42 minggu. Namun dasar ibu hamil…pasti rasa kuatirnya tinggi. Takut nanti kalau begini, takut nanti kalau begitu padahal pada dasarnya 90% ketakutan itu belum tentu terjadi. Cuain kalau keseringan takut ini bahaya karena bisa jadi affirmasi negative bunda. Banyak ibu yang khawatir ketika si dokter bilang kalau air ketuban sudah berkurang. Lho ya jelas to ya wong si bayi tambah besar, dan pasti ada penurunan kadar air ketuban. Cuman kalau Bunda minum banyak, hindari stress, amati gerakan janin ya semuanya akan baik-baik saja. Ingat yuukkk bayi punya waktunya sendiri untuk lahir. Mungkin secara fisik dia udah siap lahir namun secara mental dan spiritual? Belum tentu bunda. Makanya ketika bayi sudah siap body mind soulnya, dia akan kirimkan sebuah enzim yang akan dikirimkan ketubuh si ibu sehingga tubuh si ibu merespon lalu si hipotalamusnya ibu langsung ngeluarin oksitosin nah jadilah kontraksi dan lain sebagainya bunda. Resiko induksi banyak sekali sepertinya saya sudah pernah menulis di dokumen maupun di web www.bidankita.com (coba cek) kalau gak salah judulnya resiko pemberian POTOCIN. Nah selain resiko fisik secara mental juga bisa, bahkan bisa menjadi trauma. Mungkin saya akan menceritakan sedikit pengalamannya mbak Diyan Hastarini (klien Bidan Kita) yang pernah cerita kepada saya bagaimana rasanya dia tidak pernah merasa happy saat malam menjelang ultah dan saat ultah selama 23 th. Dan ternyata setelah di therapy ketahuan dech bahwa dia di induksi saat itu, p[adahal selama hamil si ibu bilang suruh lahirnya nunggu papahnya pulang tapi karena udah 40 minggu dan papah jadwal pulangnya masih 1 atau 2 minggu lagi (saya agak lupa) akhirnya si mbak diyan cilik ini merasa sangat kecewa dan marah dan itu di deritanya dan menjadi beban psikologisnya sampai 23 th lamanya. Untung dia menyadari itu lalu therapy lha kalau tidak terus gimana? Klienku yang satunya juga begitu dia di vonis harus segera induksi gara-gara udah 39 minggu belum masuk panggul. Alhasil induksi gagal dan SC lah sudah! Selama 28th dia menerita migraine di kepala dan ini terjadi setiap kali menjelang hati ultahnya. Ternyata setelah di therapy ketahuan bahwa sebenarnya saat itu dia lagi berusaha ngelepasin lilitan talipusat yang melilit dilehernya. Dan padahal 3 hari lagi dia mau keluar, eh belum sempet ngebuka lilitannya udah di suntik macam- macam yang membuat dia merasa “mabok” dan kesakitan. Nah habis itu ternyata pas lahir kepala dan lehernya ditarik dengan sangat kuat oleh dokter yang menolongnya keluar. Hhhhh…..tidak pernah kan Anda berfikir sampai kesana? Apa kita mau anak kita seperti itu nanti? Induksi sich boleh saja, bukannya saya menentang, tetapi musti dengan indikasi yang benar-benar BENAR! Artinya harus dengan indikasi medis yang jelas. Dan keputusan intervensi apapun harusnya tidak diputuskan hanya oleh 1 dokter saja tapi bisa 2 bahkan 3 dokter.itu sudah etika kedokterannya begitu bunda sebenarnya. Ayo dech kita renungkan bersama… Kalau bisa diupayakan sejak awal dengan siapkan fisik, mental, dan spiritual tentunya tidak akan terjadi seperti itu kok. Nah tapi kalau udah terlanjur kelewat HPL ya upayakan yang alami dulu, saya udah pernah nulis di dokumen maupun di website juga tentang cara menginduksi persalinan secara alami. Coba cek lalu lakukan dengan niat yang kuat. NIAT, UPAYA dan DOA. Jangan bentar-bentar “pasrah” saja kepada tehnologi medis bunda. atau langsung cemas, khawatir, stres…ingat semua perasaan itu tidak ada gunanya. tidak akan membantu namun justru memperburuk keadaan bunda. mengapa? ya karena ketika seseorang stres, maka otak akan mengeluarkan hormon adrenalin dan katekolamin dan ini membuat semua otot di rahim dan sekitarnya lebih tegang, hormon ini juga menyebabkan hormon oksitosin menurun (oksitosin adalah hormon yang memicu kontraksi) selain itu membuat jantung bayi berdebar lebih kencang dan itu sangat tidak nyaman bagi bayi Anda. kalau Bunda ingin bersalin lancar, aman dan nyaman ya tolong upayakan sejak sekarang. kalau tak ingin di induksi atau di operasi ya upayakan sedini mungkin bahkan upayakan sejak ingin merencanakan kehamilan. 1.Kenali Tubuh Anda 2.Ketahui Proses Persalinan dengan benar 3.Siapkan Fisik Anda 4.Siapkan Mental dan Spiritual 5.Kenali Hypno-birthing dan lakukan Reprogramming 6.Healing Birth Trauma 7.Latihan Nafas 8.Disiplin Berlatih Tehnik Relaksasi dalam Persalinan dengan demikian sudah bisa di pastikan proses persalinan Anda akan berjalan dengan lancar dan nyaman. Ayo bunda UPAYAKAN!!! tenan Lho… Semoga bermanfaat ya… Salam Hangat Sumber : fb bidankita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*