Friday, December 19, 2014
News
Home > Diary > Kelewat HPL

Kelewat HPL

Salam hangat Bunda semuanya.
di FB Bidan Kita ni, bahkan juga di
Forum GBUS, banyak sekali ibu-ibu
yang panik karena usia
kehamilannya sudah melewati HPL
namun belum ada tanda persalinan.
istilah ini disebut (Serotinus) dan
melalui dokumen ini saya akan
mencoba menjawab supaya tidak
berulang kali bunda-bunda bertanya
dan saya tidak perlu menjelaskan
berulang-ulang dengan pertanyaan
yang hampir sama. Silahkan
disimak.
Kasus serotinus semakin hari
semakin banyak terjadi.
Mengapa?
Apa memang karena factor
makanan? Atau karena factor fisik
ibu-ibu “jaman sekarang” yang
cenderung “gak mau gerak” ?
Karena kalau kita menengok
kebelakang nenek kita dulu jarang
sekali ada kasus seperti ini,
mengapa karena mereka luar biasa
olahraganya. Pagi hari udah jalan
kaki naek bukit, 1 km ke pasar,
ngepel.dll
Sedangkan sekarang? Jalan 300 m
aja pake mobil/motor
Mau pergi agak jauh dikit dianterin
suruh duduk manis aja.
Mau mindah channel TV aja tuch…
pakai remote gak mau beranjak dari
tempat duduknya.
Fasilitas –fasilitas yang ada
kadang terlalu memanjakan fisik
kita akhirnya berefek pada:
– Posisi janin yang tak bisa optimal
– Proses pematangan serviks yang
lebih lama
Beberapa kali saya pernah
mengatakan bahwa HPL bukan harga
mati bunda.
Umur kehamilan itu bisa antara 38
mg s.d 42 minggu.
Coba kita analisa dari cara
menghitung HPL saja. Dunia
kedokteran sampai saat ini belum
bisa menentukan kapan hari,
tanggal, dan jam terjadinya
konsepsi pada tiap wanita dengan
hitungan sesuai siklus mereka.
Makanya akhirnya di buat rumus
dimana sebenarnya rumus ini lebih
berlaku pada ibu dengan siklus
teratur 28 hr.
Rumusnya adalah Hari pertama
Mens Terahir :
Harinya di tambah 7
Bulannya di kurangi 3
Tahunnya di tambah 1
Nah ketemu dech hari, tanggal bulan
HPL.
Tapi kalau kita logika lagiitu kan
ngitungnya hari pertama haid
terakhir…padahal gak mungkin kan
hari pertama haid terakhir itu
dianggap hamil?wong lagi haid kok
hamil?
Cuman kita juga gak isa
menentukan masa subur dan kapan
tepatnya konsepsi jadi diambil yang
paling gampang. Dan maka dari itu
hari-nya di tambah 7.
Nah dari sini saja kan bisa di analisa
bahwa sebenarnya HPL itu sangat
bisa mundur bunda
Dari penelitian hanya
Kebanyakan mundur 2 minggu atau
malah maju 2 minggu.
Makanya di buat rata-rata 38 s.d
42 minggu.
Namun dasar ibu hamil…pasti rasa
kuatirnya tinggi. Takut nanti kalau
begini, takut nanti kalau begitu
padahal pada dasarnya 90%
ketakutan itu belum tentu terjadi.
Cuain kalau keseringan takut ini
bahaya karena bisa jadi affirmasi
negative bunda.
Banyak ibu yang khawatir ketika si
dokter bilang kalau air ketuban
sudah berkurang. Lho ya jelas to ya
wong si bayi tambah besar, dan
pasti ada penurunan kadar air
ketuban. Cuman kalau Bunda minum
banyak, hindari stress, amati
gerakan janin ya semuanya akan
baik-baik saja.
Ingat yuukkk bayi punya waktunya
sendiri untuk lahir.
Mungkin secara fisik dia udah siap
lahir namun secara mental dan
spiritual? Belum tentu bunda.
Makanya ketika bayi sudah siap body
mind soulnya, dia akan kirimkan
sebuah enzim yang akan dikirimkan
ketubuh si ibu sehingga tubuh si ibu
merespon lalu si hipotalamusnya ibu
langsung ngeluarin oksitosin nah
jadilah kontraksi dan lain
sebagainya bunda.
Resiko induksi banyak sekali
sepertinya saya sudah pernah
menulis di dokumen maupun di web
www.bidankita.com (coba cek)
kalau gak salah judulnya resiko
pemberian POTOCIN.
Nah selain resiko fisik secara
mental juga bisa, bahkan bisa
menjadi trauma.
Mungkin saya akan menceritakan
sedikit pengalamannya mbak Diyan
Hastarini (klien Bidan Kita) yang
pernah cerita kepada saya
bagaimana rasanya dia tidak pernah
merasa happy saat malam menjelang
ultah dan saat ultah selama 23 th.
Dan ternyata setelah di therapy
ketahuan dech bahwa dia di induksi
saat itu, p[adahal selama hamil si
ibu bilang suruh lahirnya nunggu
papahnya pulang tapi karena udah
40 minggu dan papah jadwal
pulangnya masih 1 atau 2 minggu
lagi (saya agak lupa) akhirnya si
mbak diyan cilik ini merasa sangat
kecewa dan marah dan itu di
deritanya dan menjadi beban
psikologisnya sampai 23 th lamanya.
Untung dia menyadari itu lalu
therapy lha kalau tidak terus
gimana?
Klienku yang satunya juga begitu
dia di vonis harus segera induksi
gara-gara udah 39 minggu belum
masuk panggul. Alhasil induksi
gagal dan SC lah sudah!
Selama 28th dia menerita migraine
di kepala dan ini terjadi setiap kali
menjelang hati ultahnya. Ternyata
setelah di therapy ketahuan bahwa
sebenarnya saat itu dia lagi
berusaha ngelepasin lilitan
talipusat yang melilit dilehernya.
Dan padahal 3 hari lagi dia mau
keluar, eh belum sempet ngebuka
lilitannya udah di suntik macam-
macam yang membuat dia merasa
“mabok” dan kesakitan. Nah habis
itu ternyata pas lahir kepala dan
lehernya ditarik dengan sangat
kuat oleh dokter yang menolongnya
keluar.
Hhhhh…..tidak pernah kan Anda
berfikir sampai kesana? Apa kita
mau anak kita seperti itu nanti?
Induksi sich boleh saja, bukannya
saya menentang, tetapi musti
dengan indikasi yang benar-benar
BENAR! Artinya harus dengan
indikasi medis yang jelas. Dan
keputusan intervensi apapun
harusnya tidak diputuskan hanya
oleh 1 dokter saja tapi bisa 2 bahkan
3 dokter.itu sudah etika
kedokterannya begitu bunda
sebenarnya.
Ayo dech kita renungkan bersama…
Kalau bisa diupayakan sejak awal
dengan siapkan fisik, mental, dan
spiritual tentunya tidak akan
terjadi seperti itu kok.
Nah tapi kalau udah terlanjur
kelewat HPL ya upayakan yang alami
dulu, saya udah pernah nulis di
dokumen maupun di website juga
tentang cara menginduksi
persalinan secara alami. Coba cek
lalu lakukan dengan niat yang kuat.
NIAT, UPAYA dan DOA.
Jangan bentar-bentar “pasrah”
saja kepada tehnologi medis bunda.
atau langsung cemas, khawatir,
stres…ingat semua perasaan itu
tidak ada gunanya. tidak akan
membantu namun justru
memperburuk keadaan bunda.
mengapa? ya karena ketika
seseorang stres, maka otak akan
mengeluarkan hormon adrenalin dan
katekolamin dan ini membuat semua
otot di rahim dan sekitarnya lebih
tegang, hormon ini juga
menyebabkan hormon oksitosin
menurun (oksitosin adalah hormon
yang memicu kontraksi) selain itu
membuat jantung bayi berdebar
lebih kencang dan itu sangat tidak
nyaman bagi bayi Anda.
kalau Bunda ingin bersalin lancar,
aman dan nyaman ya tolong
upayakan sejak sekarang. kalau tak
ingin di induksi atau di operasi ya
upayakan sedini mungkin bahkan
upayakan sejak ingin merencanakan
kehamilan.
1.Kenali Tubuh Anda
2.Ketahui Proses Persalinan dengan
benar
3.Siapkan Fisik Anda
4.Siapkan Mental dan Spiritual
5.Kenali Hypno-birthing dan
lakukan Reprogramming
6.Healing Birth Trauma
7.Latihan Nafas
8.Disiplin Berlatih Tehnik Relaksasi
dalam Persalinan
dengan demikian sudah bisa di
pastikan proses persalinan Anda
akan berjalan dengan lancar dan
nyaman.
Ayo bunda UPAYAKAN!!!
tenan Lho…
Semoga bermanfaat ya…
Salam Hangat

Sumber : fb bidankita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>